Tampilkan postingan dengan label Google Glass. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Google Glass. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juni 2013

Google Glass bakal bisa digerakkan lewat mata?



Google Glass bakal bisa digerakkan lewat mata?


Google makin canggih saja dalam mengembangkan kacamata pintarnya. Baru-baru saja, mereka sukses mematenkan sebuah fitur untuk menjalankan perangkat ini dengan gerakan mata.

Seperti yang dilansir oleh Mashable (4/6), dengan adanya fitur ini, pengguna hanya cukup menggerakkan matanya dari kiri ke kanan untuk menjalankan Google Glass. Dengan begitu, berbagai perintah seperti membuka kunci perangkat pun bisa dilakukan.

Hal ini terlihat dalam sebuah paten yang didaftarkan oleh Google. Di sini, memang tidak tertulis apapun mengenai bagaimana fitur tersebut bekerja.


Namun, melalui gambar yang disertakan, bisa jadi gerakan mata ini nantinya akan digunakan untuk membuka perangkat. Seperti contohnya ketika mata bergerak melihat pergerakan burung atau sedang membaca, Google Glass akan terbuka dengan sendirinya.

Perintah melalui gerakan mata bukanlah hal yang baru dalam Google Glass. Sebelumnya, perangkat ini juga bisa mengambil gambar dengan hanya kedipan mata dari sang pengguna saja.
http://www.merdeka.com

Google Glass mendatang akan pakai layar OLED Samsung

at, 24 Mei 2013 12:32:00
Google Glass mendatang akan pakai layar OLED Samsung


Google diberitakan akan menggaet Samsung sebagai vendor yang menyuplai layar OLED untuk perangkat Google Glass.

Seperti yang diberitakan oleh Slash Gear (23/5), layar OLED milik Samsung akan menjadi salah satu bahan untuk perangkat Google Glass di masa datang. Langkah ini diambil Google karena pihaknya menilai bahwa layar OLED milik perusahaan asal Korea Selatan tersebut memiliki kualitas yang tinggi.

Di samping itu, Google mempertimbangkan juga kedekatan antara perusahaannya dengan Samsung selama ini. Google dan Samsung memang selama ini memiliki hubungan yang baik dalam urusan apapun.

Sumber lain menyatakan bahwa Samsung dipilih untuk menyuplai layar untuk Google Glass, karena Samsung memiliki kredibilitas baik dalam memproduksi komponen-komponen yang vital.
http://www.merdeka.com

Google Glass di mata bayi 2 tahun



Google Glass di mata bayi 2 tahun


Beberapa orang menganggap bahwa penggunaan Google Glass kepada anak-anak akan membahayakan mata mereka. namun, bagaimana sebenarnya pendapat anak-anak mengenai kacamata ini?

Seperti dilansir oleh ABC News (17/5), Chris Angelini, kontributor Tom's hardware mencoba mencari tahu mengenai hal ini. Dirinya pun meminta Lucas, anaknya yang baru berusia 2 tahun untuk mencobanya.

Hasilnya, Lucas yang menggunakan kacamata ini hanya selama dua menit pun mengaku takjub dan terheran-heran. Dirinya pun berusaha menunjukkan kacamata barunya kepada semua orang yang ditemuinya.
"Lihat kacamata kerenku!," seloroh Lucas.

Menggunakan perangkat ini, Lucas pun berhasil mengeluarkan pendapatnya yang masih polos. Contohnya, dirinya mengaku senang ketika bisa mengenalkan Google Glass dengan mainannya.

Namun, di satu sisi dirinya merasakan sesuatu yang panas di sekitar area matanya. Hal ini kemungkinan terjadi karena kerja Google Glass yang terlalu lama mengambil video dan memberikan panduan GPS untuk Lucas.

Hal ini sangat menarik untuk disimak mengingat generasi Lucas lah yang nantinya akan benar-benar menggunakan perangkat ini. Mereka akan sangat dekat dengan Google Glass sama seperti generasi muda sekarang yang dekat dengan internet dan smart gadget.

Angelini sendiri berupaya untuk terus mengenalkan produk ini ke Lucas. Hal ini dilakukannya agar Lucas dan dirinya bisa lebih aktif dalam beraktifitas.



http://www.merdeka.com

Wajarkah ketakutan atas munculnya Google Glass?



Wajarkah ketakutan atas munculnya Google Glass?


Sebagai sebuah produk yang belum benar-benar dirilis, Google Glass mampu menciptakan berbagai pandangan negatif. Hal ini berkaitan dengan adanya isu keamanan privasi pengguna dan orang lain jika perangkat ini sudah beredar luas.

Seperti yang dilansir oleh Forbes (9/6), Google Glass pun sepertinya akan menjadi satu-satunya produk yang sangat ditunggu dan akan dilarang peredarannya seketika. Sebagian besar yang menolak menganggap bahwa Google Glass nantinya akan benar-benar mengubah gaya hidup mereka.

Salah satu dari penentang ini adalah New Jersey Division of Gaming Enforcement. Kepada 12 kasino di Atlantic City, mereka menyarankan agar para pelanggan kasino tak diperbolehkan menggunakan kacamata pintar ini ketika bermain. Ditakutkan, kacamata ini akan membuka peluang para pemain untuk bermain curang.

Selain itu, ada pula ketakutan yang keluar dari pihak rumah sakit yang diwakili oleh Continuum Health Partners. Perusahaan yang memiliki Beth Israel Medical Center dan St. Luke's Hospital ini mengkhawatirkan bahwa Google Glass nantinya akan mengganggu privasi pasien mereka.

Selain kedua perusahaan ini, sebenarnya masih banyak lagi yang melarang keberadaan wearable gadget ini.

Sebagian besar takut akan adanya ancaman privasi hingga pelanggaran serius akibat pemakaiannya.

Di AS sendiri, regulator masih berbeda pendapat mengenai hal ini. Steve Farley misalnya, senator asal Arizona ini khawatir jika nantinya pengguna Google Glass bakal mengganggu keselamatan lalu lintas.

Meski begitu, para analis menganggap paranoia yang ditimbulkan banyak kalangan ini wajar. Hal ini dikarenakan belum siapnya masyarakat akan kedatangan sebuah perangkat teknologi yang benar-benar baru.

Patut diingat, ketika dunia pertama kali berkenalan dengan internet, banyak pula muncul pro dan kontra. Namun, seiring perkembangan zaman, nyatanya tak ada satu aspek kehidupan pun yang bisa lepas dari internet.

Sekarang tinggal menunggu waktu saja, apakah nantinya Google Glass akan diterima secara perlahan mirip internet? Atau malah akan tenggelam bersamaan dengan segala masalah yang ditimbulkannya.
http://www.merdeka.com